
Biarkan Sultan di Singgasananya
Tuntutan rakyat Jawa, khususnya di Yogyakarta, agar Sri Sultan Hamengku Buwono X menjadi Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta dalam pemilihan Gubernur tahun 2008 lalu akhirnya dijawab dengan penolakan.
Waktu itu, dalam acara peringatan ulang tahunnya yang ke 61 di Yogyakarta, Sultan Jawa yang juga sarjana hukum ini menyatakan tidak ingin maju lagi dalam pemilihan Gubernur 2008. Keputusan ini diambil setelah melalui perenungan dan laku spiritual berbulan-bulan untuk mendapat petunjuk Tuhan Yang Maha Kuasa demi kebaikan rakyat.
Keputusan ini mengagetkan kawulanya yang sebetulnya berharap agar rajanya itu memegang tampuk kekuasan sebagai Gubernur saja selama Sinuwun menjadi raja di Kasultanan
Namun waktu itu Sultan menolak menjadi Gubernur Yogya dalam pemilihan tahun 2008. Kemudian hal ini menimbulkan spekulasi bahwa Sultan ingin mengabdikan diri pada rakyat secara nasional dengan maju sebagai calon Presiden tahun 2009. Ini terbukti. Hanya saja kiprah Sultan di tingkat nasional belum diterima oleh elite politik karena ketatnya persaingan antarcalon presiden. Entah kalau Sri Sultan maju lagi tahun 2014 nanti.
Kini Sultan pun tidak perlu kecewa karena beliau masih diharapkan, dianut dan dimulyakan rakyatnya yang setia di Yogya maupun di daerah-daerah lain di seluruh