Selasa, 1 September 2009, mantan Redaksi Majalah Hukum dan Pembangunan, Fakultas Hukum Universitas Indonesia berbuka puasa bersama di kantor Adnan Pandu Praja di Komisi Kepolisian Nasional, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Mereka yang hadir saat itu adalah Prof. Insan Budi Maulana, Adnan Pandu Praja, Machrup Elrick, Retno Sunggingsari, Hamud M. Balfas, Winahyo Soekanto, Arsul Sani, Mariana, Rizal, dan K. Lukie Nugroho.
Selain silaturahmi, mereka membicarakan rencana penerbitan buku kumpulan tulisan mereka berdasarkan bidang hukum yang mereka amati dan tekuni sampai kini. Buku yang rencananya diterbitkan awal tahun depan itu juga akan semakin tambah bobot dengan tulisan para redaktur senior mereka seperti Abdul Hakim Garuda Nusantara, T. Mulya Lubis, Yunus Husein, Erman Rajagukguk, Wina Armada dan lain-lainnya.
Isi buku ini akan menarik karena para mantan redaktur ini memiliki latar belakang profesi berbeda, dengan teropong yang sama, yaitu hukum. Misalnya Abdul Hakim/ Mulya Lubis yang memandang Hak Asasi Manusia, Yunus Husein yang mengamati rekening bank bermasalah, Insan -profesor berambut kuncir- yang mengupas seni budaya Indonesia yang dibajak, atau Pandu yang tugasnya mengawasi polisi, tapi polisi masih juga banyak yang bandel.
Lewat berita ini kami : Lukie, Winahyo dan Mariana, selaku pelaksana proyek, ini ingin mengajak teman-teman dan para senior kami untuk menyukseskannya. Tentu saja dengan segera membuat atau menyiapkan tulisan dimaksud. Panjang tulisan tidak kami batasi. Tapi harapkan berkisar antara 10 ribu sampai 15 ribu karakter. Jika ada catatan kaki, mohon jangan banyak-banyak agar pembaca -terutama pembaca yang bukan orang hukum- tidak bosan.
Selain silaturahmi, mereka membicarakan rencana penerbitan buku kumpulan tulisan mereka berdasarkan bidang hukum yang mereka amati dan tekuni sampai kini. Buku yang rencananya diterbitkan awal tahun depan itu juga akan semakin tambah bobot dengan tulisan para redaktur senior mereka seperti Abdul Hakim Garuda Nusantara, T. Mulya Lubis, Yunus Husein, Erman Rajagukguk, Wina Armada dan lain-lainnya.
Isi buku ini akan menarik karena para mantan redaktur ini memiliki latar belakang profesi berbeda, dengan teropong yang sama, yaitu hukum. Misalnya Abdul Hakim/ Mulya Lubis yang memandang Hak Asasi Manusia, Yunus Husein yang mengamati rekening bank bermasalah, Insan -profesor berambut kuncir- yang mengupas seni budaya Indonesia yang dibajak, atau Pandu yang tugasnya mengawasi polisi, tapi polisi masih juga banyak yang bandel.
Lewat berita ini kami : Lukie, Winahyo dan Mariana, selaku pelaksana proyek, ini ingin mengajak teman-teman dan para senior kami untuk menyukseskannya. Tentu saja dengan segera membuat atau menyiapkan tulisan dimaksud. Panjang tulisan tidak kami batasi. Tapi harapkan berkisar antara 10 ribu sampai 15 ribu karakter. Jika ada catatan kaki, mohon jangan banyak-banyak agar pembaca -terutama pembaca yang bukan orang hukum- tidak bosan.
Hasil tulisan dari para mantan redaksi ini ditunggu paling lambat sampai akhir November 2009.
Penerbitan buku ini diharapkan melengkapi perkembangan ilmu hukum, dan bahan diskusi yang menarik karena ditulis oleh profesional hukum yang biasa menulis di media massa. Selanjutnya, buku ini nantinya diharapkan menjadi referensi yang memadai bagi peminat ilmu hukum.
Penerbitan buku ini diharapkan melengkapi perkembangan ilmu hukum, dan bahan diskusi yang menarik karena ditulis oleh profesional hukum yang biasa menulis di media massa. Selanjutnya, buku ini nantinya diharapkan menjadi referensi yang memadai bagi peminat ilmu hukum.
Jurnal Hukum
Wina Armada, yang pada acara itu tidak bisa datang, titip salam dan mengusulkan idenya agar para mantan redaksi Majalah HP menerbitkan jurnal hukum sendiri. Nah, ini makin menarik karena yang mengusulkan tokoh hukum pers/ anggota Dewan Pers.
Jurnal hukum yang diusulkan adik mantan Menteri Negeri BUMN Laksamana Sukardi ini, patut dipertimbangkan. Sebab jika memang akhirnya terbit sebuah jurnal hukum maka akan makin meramaikan keberadaan media hukum yang sudah ada. Perlu diketahui Wina, Winahyo dan Lukie adalah sedikit dari "saksi" berdirinya majalah Forum Keadilan tahun 1988.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar